Rabu, 21 April 2010

Ketika rasa sakit itu mulai menjadi teman..

Masih teringat kenangan masa kecil dulu, aku sering berbohong kepada orang tua kalau habis jatuh atau dipukul teman. Walaupun akhirnya mereka tau juga karena badanku tidak bisa di ajak berkompromi. Akupun tidak tau, mengapa selalu berkata "nggak ada" saat ditanya mana yang sakit? Bahkan, ketika aku diminta menjaga adikku yang masih 2 tahunan saat itu. Dengan spontan aku menjatuhkan diri di pecahan kaca untuk menjadi sandaran agar adikku yang jatuh saat itu tidak terkena kaca. Ketika ditanya ibu, ada apa? aku hanya tersenyum dan berkata tidak ada apa2. Hehe, sekarang bekas luka sobek karena kaca itu masih menjadi saksi.. Saksi cintanya mbak deni untuk adik satu-satunya. Hehe ^_^

Dan waktu itu, waktu yang paling buruk dalam perjalanan hidupku. Ketika aku yang sedang kelas 3 SMP (mau EBATNAS) dan adikku yang masih 3-4 tahunan.. harus hidup hanya berdua.. tanpa siapapun.. ditinggal keluargaku yang egois dengan keinginannya masing-masing.. Orang-orang dewasa yang tidak memikirkan siapa yang paling dirugikan dengan keputusan-keputusan mereka..

Kalimat itu selalu membuatku menangis, bahkan sampai detik ini, "Mbak aku lapar.."
Badanku gemetar tidak tau harus bagaimana, menatap wajah adikku yang tidak tau apa2, tetapi tidak ada sepersenpun uang yang aku miliki.. Saat itu hari mulai gelap, dengan modal nekad, aku "meminta" bakso pada bapak yang jualan bakso keliling. Alhamdulillah, dengan hanya melihat mataku, bapak itu memberiku sebungkus bakso dan sebungkus kecil saos dan sambalnya. Sepertinya Allah mengirimkan malaikat kepadaku.. Dengan badan yang masih gemetar, aku berikan bakso itu kepada adikku. Aku suapin sampai habis. Tersisa sebungkus saos dan sambal.. yang akhirnya menjadi makananku hari itu..
Setelah terisi saos sambal, kukeloni adikku dengan hati yang mati..
Esoknya, akhirnya mereka menemui kami.. tapi tidak ada sepatah katapun keluar dari mulutku.. Ketika ditanya sudah makan? ketika ditanya bagaimana keadaanya? ketika ditanya apakah sakit? aku hanya menggeleng dan berkata "nggak!!". Anehnya aku tidak menangis dihadapan mereka, tetapi baru bisa menitikkan air mata ketika wajahku tertutup bantal.. dan akhirnya pergi dibawa mimpi.

Aku mulai mengerti rasa sakit, tapi tidak tau dimana letaknya??

Kejadian itu berulang lagi ketika aku kelas 3 SMA (mau EBTANAS, lagi!!), aku harus menghadapi situasi yang hampir sama. Bedanya aku tidak lagi ditemani adikku, karena saat itu ibu pergi membawa adikku. Dan aku??? SENDIRI!!!! Aku merasakan sakit lagi namun kali ini aku ingin mengobatinya...
Aku yang menjadi penjaga rumah, akhirnya memutuskan tinggal di rumah guruku, Bu Lilik, guru bahasa Indonesiaku, sekaligus ibu dari sahabatku. Aku diberi sebuah kamar kecil di belakang rumahnya. Disana, aku merajut harapanku, masa depanku. Aku tidak mau berhenti sampai di sini. Aku harus mengubah hidupku sendiri. Aku daftarkan diriku ikut seleksi perguruan tinggi melalui jalur PMDK, yang hanya mengumpulkan raport dan tanpa uang. Walaupun tidak ada restu yang kudapatkan. Hanya berbekal keinginan untuk mencari obat dari rasa sakit ini dan rasa ketidakpuasan mengapa aku harus dilahirkan sebagai seorang perempuan, sehingga semua kejadian ini harus aku alami.

Tapi akhirnya, aku bisa membuktikan.. walaupun aku perempuan, tapi aku juga bisa!!

Bagaimana ketika rasa sakit itu kini mulai menjadi teman??

Dia akan menguatkan...
Dia akan mempertangguhkan...
Dia akan mendewasakan...
Dia akan me-metamorfosakan...

Dan kini, aku merasakannya...
Aku merasa lebih kuat jika aku sedang "sakit". Setiap kali merasakannya, semakin aku kuat.
Setiap merasakannya lagi, akupun merasa semakin kuat lagi...

-- sekarang aku baru tau, obat dari rasa sakit ini adalah rasa sakit itu sendiri --


Selasa, 13 April 2010

Souldenamairo

Setiap ada kata yang mungkin tak terpandang
Menghanyutkan yang memandang dan mendengar
Penuh lantunan penggugah kalbu
Iringan senyum dan cahaya penghapus santun

Lamaaa... mulai ku mendekati
Tertarik aku oleh kehebatan sihir
Sayup dan lirih kubisikkan di sana
Kenyamanan, kedamaian dan rasa senang

Namun setiapnya kini mulai merasa was-was
Akankah ini kan bertahan cukup lama
Menunggu adakah yang lain, adakah yang ingin
Merasakan bersama menyongsong harapan..

Kini ku merasa KERDIL...
tertusuk biji-biji tajam
Menyakiti sisi yang tak terlihat, tak terdengar
Merayap perlahan dan terus mencoba
Akhir sandiwara dunia fana

Ya ALLAH.. Rabbku Yang Maha Mengetahui
Ijinkan aku dengan ini, degan yang Kau ridhai
Apapun yang mungkin makin menikamku
Kuatkanlah, tegakkanlah, iman di kalbu ini

"Asyhadualla illahaillallah, Wa asyhadu anna muhammadarrasulullah"
Da, inilah pilihanku, inilah jalanku

Rabu, 20 Januari 2010

Can’t I Love You?

Even it is so painful, I can’t feel it
Even I’m waiting for you and you wouldn’t come
Even I think of you with shaking so badly, I can’t feel it

Since the day I put your heart in my mind
I can’t put my heart else where
Even if it hurts and breaks my heart apart, I won’t close my heart
I am who was living in a lonely world
You’re the only one who can make me smile

Can’t I love you? Can you come to me?
Just for once, can you hug me in you arms?
You’re the only one I love
Can’t you accept my heart?

The reason why I’m still breathing in this terrible loneliness
It’s all because of you

Can’t I love you? Can you come to me?
Once again, can you hug me in your arms?
You’re the only one I love
For the first time and last time

Even you’re alive, you can’t be held in my arms
Even you throw my heart away from your mind

Can’t I love you? Even if I’m just behind your back
Distantly, I just can look at you from afar
Even if I just can protect your shadow
Even like this, it’s alright.. even only I love you, it’s okay



Selasa, 12 Januari 2010

PIANO


Kisah ini terjadi di Rusia. Seorang ayah, yang memiliki putra yang berusia kurang lebih 5 tahun, memasukkan putranya tersebut ke sekolah musik untuk belajar piano. Ia rindu melihat anaknya kelak menjadi seorang pianis yang terkenal. Selang beberapa waktu kemudian, di kota tersebut datang seorang pianis yang sangat terkenal. Karena ketenarannya, dalam waktu singkat tiket konser telah terjual habis.

Sang ayah membeli 2 buah tiket pertunjukan, untuk dirinya dan anaknya. Pada hari pertunjukan, satu jam sebelum konser dimulai, kursi telah terisi penuh, sang ayah duduk dan putranya tepat berada di sampingnya. Seperti layaknya seorang anak kecil, anak ini pun tidak betah duduk diam terlalu lama, tanpa sepengetahuan anaknya, ia menyelinap pergi. Ketika lampu gedung mulai diredupkan, sang ayah terkejut menyadari bahwa putranya tidak ada di sampingnya. Ia lebih terkejut lagi ketika melihat anaknya berada dekat panggung pertunjukan, dan sedang berjalan menghampiri piano yang akan dimainkan pianis tersebut. Didorong oleh rasa ingin tahu, tanpa takut anak tersebut duduk di depan piano dan mulai memainkan sebuah lagu, lagu yang sederhana, twinkle2 little star.

Operator lampu sorot, yang terkejut mendengar adanya suara piano mengira bahwa konser telah dimulai tanpa aba-aba terlebih dahulu, dan ia langsung menyorotkan lampunya ke tengah panggung. Seluruh penonton terkejut, melihat yang berada di panggung bukan sang pianis, tapi hanyalah seorang anak kecil. Sang pianis pun terkejut, dan bergegas naik ke atas panggung. Melihat anak tersebut, sang pianis tidak menjadi marah, ia tersenyum dan berkata "Teruslah bermain", dan sang anak yang mendapat ijin, meneruskan permainannya. Sang pianis lalu duduk,

di samping anak itu, dan mulai bermain mengimbangi permainan anak itu, ia mengisi semua kelemahan permainan anak itu, dan akhirnya tercipta suatu komposisi permainan yang sangat indah. Bahkan mereka seakan menyatu dalam permainan piano tersebut. Ketika mereka berdua selesai, seluruh penonton menyambut dengan meriah, karangan bunga dilemparkan ke tengah panggung.
Sang anak jadi GR (Gede Rasa), pikirnya "Gila, baru belajar piano sebulan saja sudah hebat!" Ia lupa bahwa yang disoraki oleh penonton adalah sang pianis yang duduk di sebelahnya, mengisi semua kekurangannya dan menjadikan permainannya sempurna.

Apa implikasinya dalam hidup kita ? Kadang kita bangga akan segala rencana hebat yang kita buat, perbuatan-perbuatan besar yang telah berhasil kita lakukan. Tapi kita lupa, bahwa semua itu terjadi karena Allah SWT ada di samping kita. Kita adalah anak kecil tadi, tanpa ada Allah SWT di samping kita, semua yang kita lakukan akan sia-sia. Tapi bila Allah SWT ada di samping kita, sesederhana apapun hal yang kita lakukan hal itu akan menjadi hebat dan baik, bukan saja buat diri kita sendiri tapi juga baik bagi orang di sekitar kita. Semoga kita tidak pernah lupa bahwa ada Allah SWT di samping kita.

Semoga bermanfaat...

dari : Tausyiah Majamen Qalbu

Minggu, 13 Desember 2009

Janji Bukan Sebatas Ucapan

Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka. (QS. An-Nisaa: 145)

DISEBUTKAN dalam sebuah hadits shahih bahwa ciri-ciri orang munafik ada tiga: pertama, apabila ia berbicara ia berdusta; kedua, apabila ia berjanji ia mengingkari; ketiga, apabila diberi amanah ia berkhianat. (HR. Muslim)

Dari hadits tersebut dapat dilihat bahwa janji bukanlah perkara biasa. Meski demikian, kenyataannya janji sering muncul sebatas ucapan, yang begitu saja mudah dilupakan, seolah tiada bekas sama sekali. Padahal, kedudukan janji sangat tinggi pertanggungjawabannya di sisi Allah. Dalam hadits riwayat Muslim sendiri, orang-orang yang senang mengingkari janji dikategorikan sebagai orang-orang munafik. Selain itu, Al-Quran pun mensinyalirnya sebagai berikut, Orang-orang munafik mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak ada terkandung dalam hatinya. Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan. (QS. Ali Imran: 167).


Betapa banyak wahyu Allah Swt. yang diturunkan kepada umat-Nya mengingatkan tentang bahaya orang-orang munafik dan balasan yang akan diterimanya, baik pada kehidupan dunia maupun akhirat. Salah satunya dapat kita petik dari surat An-Nisaa ayat 138 yang mengabarkan siksaan yang amat pedih bagi orang-orang munafik.

Hidup manusia tidak pernah luput dari selimut janji. Sejak ruh manusia ditiupkan, manusia telah berjanji kepada Rabb-Nya, kepada Rasul-Nya dan atas konsekuensi dien-nya. Sebuah ucapan kalimat sakti dari setiap hamba sebagai bentuk janji, ikrar diri tentang keesaan Tuhannya.

Kemudian, seorang anak manusia lahir ke dunia. Dalam perkembangannya, manusia akan hidup dalam lingkungan keluarga, menjalankan fungsinya sebagai bagian dari masyarakat, mengemban peran-peran. Di situlah manusia mulai akrab dengan istilah yang disebut janji. Di situ pula kesetiaan seseorang pada ucapannya diuji.

Ucapan menuntut sebuah pembuktian. Pembuktian tentang jaminan kesejahteraan, dan peningkatan kesejahteraan hidup, dan yang lain. Mungkin juga pembuktian atas janji pada diri, keluarga, anak, istri, untuk melakukan perbaikan.

Lisan memang menjadi godaan yang berat. Bukankah semua hal yang kita ucapkan atau bahkan hanya kita simpan dalam hati, akan dipinta pertanggungjawaban oleh Allah?

Tidak dipungkiri, ...
hati kecil sendiri sering berontak dengan pengingkaran-pengingkaran yang kita perbuat. Tapi entah, manusia lebih suka dengan dalih. Ya, segala macam alasan sering terlontar sebagai bentuk pertahanan dari kekerdilan jiwa yang ringkih. Sebagai bentuk pembenaran dari peningkatan yang dibuat sendiri. Kebohongan yang kesekian kali untuk pembenaran diri sendiri. Karena begitu seringnya terjadi atau kita dengar dalam lingkungan hidup kita, tak heran bualan-bualan janji akhirnya berkembang menjadi budaya. Budaya buruk yang terpelihara.

Dalam tatanan sosial, sanksi yang diterima oleh orang-orang yang mengumbar janji, antara lain jatuhnya harga diri seseorang. Kepada orang-orang yang sering berjanji dan sering pula mengingkari, ia tidak akan dipercaya lagi dalam lingkungannya. Apapun yang diucapkan akan dianggap angin lalu yang tidak berguna sekalipun itu sangat penting. Inilah konsekuensi berat yang harus diterima bagi orang-orang yang senang "obral" janji. Orang yang senang mempermainkan janji juga akan tersisih dari lingkungannya.

Lalu, apa yang akan diterima baginya sebagai balasan di akhirat nanti? Dikatakan dalam surat An-Nisaa ayat 145, Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka.

Ya, Allah lindungilah kami, hamba-Mu ini dari sifat ingkar janji. Semoga kita terpelihara dari sifat-sifat orang munafik, sifat yang suka mengumbar janji tanpa peduli untuk menepati. Wallahu a''lam.***


Oleh Ust. Abu Syauqi M., Lc.

Senin, 30 November 2009

Minggu, 01 November 2009

Inilah Adanya


Ada apanya diriku ini?
Sering melukai hati orang lain. Sering membuat marah orang lain.
Sering membuat luka orang lain. Sering membuat sedih orang lain.
Sudah terlalu banyak teguran ALLAH untukku, tapi kenapa aku belum mengetahuinya?
untuk apa?? dimana??


Aku sering tidak memperhatikan "kebetulan-kebetulan" itu,
semua ku anggap hanya kondisi alam, mungkin saja kebetulan, atau sekedar angin lewat,
tapi ternyata semua itu benar..
DIA memberiku peringatan, teguran bahkan jawaban dari doa-doaku..
hanya aku tidak menyadari..
terbuat dari apa aku ini????
Astagfirullahal'adzim.. Astagfirullahal'adzim.. Astagfirullahal'adzim...



Sabtu, 10 Oktober 2009

Di sana ada jalan


Lantai dingin ini tak mampu mendinginkan gejolak hatiku,
Lantunan asma Allah yang kudengar sayup tak pula membuatku tenang,
Desiran angin di luar sana tak mampu pula menyejukkan gemuruh kalbu,
Keringat ini semakin deras mengalir,
satu per satu membasahi mukena putihku,
kuseka perlahan, perlahan, namun terasa menyayat,
semakin ku tertunduk pada sujudku..

Di persimpangan ini ku mulai langkahku,
terasa berat, sangat berat..
sesekali ku menengok ke belakang,
membayangkan jika aku tetap berada di sana.

Ku coba tetap melangkahkan kaki ini,
seraya memejamkan mata, ku terus berjalan,
berazam tak akan berhenti dan memandang lagi,
tak terasa ku semakin jauuh dan semakin jauh..

Di tepian ini..
Hatiku tak kuasa lagi, azamku tak terbendung lagi..
ku tolehkan sekali pandanganku ke belakang,
melihat sosok itu, masihkah ada disana? mashkah bisa ku lihat?



Dalam goresan pelangi di sana,
sosok itu terlihat seperti titik..
sangaat kecil dan sangat jauh,
Dalam benakku, aku sudah terlalu jauh melangkah,
tak mungkin ku kembali dan berlari ke sana,
di tempatku semula..

Kini..
aku sudah letih melangkah..
dan tanpa ku sadari, aku telah berada di persimpangan kedua,
menguatkan tekad, menguatkan asa,
untuk lebih tegap berjalan menitinya,
dan menyerahkan tujuanku pada-Nya..

Perlahan, tubuhku mulai sejuk, aliran hangatnya hati mulai terasa,
tanganku telah basah, inilah jalan ke dua..
ternyata, masih ada jalan di sana, yang harus ku lewati sekarang,
esok dan sampai jiwa ini pergi,
Aku telah kembali, aku telah terlahir,
Subhanallah, Engkaulah tujuan itu Ya ALLAH..

Terbesit sebuah doa dan harapan,
Engkau muliakan kami semua, dia, dia dan diri ini,
semoga selalu utuh mencintai Mu..
Amiin...

Sabtu, 12 September 2009

Mau Tau Ciri Malam lailatul Qodar?

Ciri-Ciri Malam Lailatul Qadar

Dinamakan lailatul qodr karena pada malam itu malaikat diperintahkan oleh Allah swt untuk menuliskan ketetapan tentang kebaikan, rezeki dan keberkahan di tahun ini, sebagaimana firman Allah swt :
”Sesungguhnya kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi[1369] dan Sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi kami. Sesungguhnya kami adalah yang mengutus rasul-rasul.” (QS. Ad Dukhan : 3 – 5)

Al Qurthubi mengatakan bahwa pada malam itu pula para malaikat turun dari setiap langit dan dari sidrotul muntaha ke bumi dan mengaminkan doa-doa yang diucapkan manusia hingga terbit fajar. Para malaikat dan jibril as turun dengan membawa rahmat atas perintah Allah swt juga membawa setiap urusan yang telah ditentukan dan ditetapkan Allah di tahun itu hingga yang akan datang. Lailatul Qodr adalah malam kesejahteraan dan kebaikan seluruhnya tanpa ada keburukan hingga terbit fajar, sebagaimana firman-Nya :
”Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al Qodr : 4 – 5)

Diantara hadits-hadits yang menceritakan tentang tanda-tanda lailatul qodr adalah :

1. Sabda Rasulullah saw,”Lailatul qodr adalah malam yang cerah, tidak panas dan tidak dingin, matahari pada hari itu bersinar kemerahan lemah.” Diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah yang dishahihkan oleh Al Bani.

2. Sabda Rasulullah saw,”Sesungguhnya aku diperlihatkan lailatul qodr lalu aku dilupakan, ia ada di sepuluh malam terakhir. Malam itu cerah, tidak panas dan tidak dingin bagaikan bulan menyingkap bintang-bintang. Tidaklah keluar setannya hingga terbit fajarnya.” (HR. Ibnu Hibban)

3. Rasulullah saw bersabda,”Sesungguhnya para malaikat pada malam itu lebih banyak turun ke bumi daripada jumlah pepasiran.” (HR. Ibnu Khuzaimah yang sanadnya dihasankan oleh Al Bani)

4. Rasulullah saw berabda,”Tandanya adalah matahari terbit pada pagi harinya cerah tanpa sinar.” (HR. Muslim)

Terkait dengan berbagai tanda-tanda Lailatul Qodr yang disebutkan beberapa hadits, Syeikh Yusuf al Qaradhawi mengatakan,”Semua tanda tersebut tidak dapat memberikan keyakinan tentangnya dan tidak dapat memberikan keyakinan yakni bila tanda-tanda itu tidak ada berarti Lailatul Qodr tidak terjadi malam itu, karena lailatul qodr terjadi di negeri-negeri yang iklim, musim, dan cuacanya berbeda-beda. Bisa jadi ada diantara negeri-negeri muslim dengan keadaan yang tak pernah putus-putusnya turun hujan, padahal penduduk di daerah lain justru melaksanakan shalat istisqo’. Negeri-negeri itu berbeda dalam hal panas dan dingin, muncul dan tenggelamnya matahari, juga kuat dan lemahnya sinarnya. Karena itu sangat tidak mungkin bila tanda-tanda itu sama di seluruh belahan bumi ini. (Fiqih Puasa hal 177 – 178)

Perbedaan Waktu Antar Negara

Lailatul qodr merupakan rahasia Allah swt. Untuk itu dianjurkan agar setiap muslim mencarinya di sepuluh malam terakhir, sebagaimana sabda Rasulullah saw,”Carilah dia (lailatul qodr) pada sepuluh malam terakhir di malam-malam ganjil.” (HR. Bukhori Muslim).

Dari Abu Said bahwa Nabi saw menemui mereka pada pagi kedua puluh, lalu beliau berkhotbah. Dalam khutbahnya beliau saw bersabda,”Sungguh aku diperlihatkan Lailatul qodr, kemudian aku dilupakan—atau lupa—maka carilah ia di sepuluh malam terakhir, pada malam-malam ganjil.” (Muttafaq Alaihi)

Pencarian lebih ditekankan pada tujuh malam terakhir bulan Ramadhan sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhori Muslim dari Ibnu Umar bahwa beberapa orang dari sahabat Rasulullah saw bermimpi tentang Lailatul Qodr di tujuh malam terakhir. Menanggapi mimpi itu, Rasulullah saw bersabda,”Aku melihat mimpi kalian bertemu pada tujuh malam terakhir. Karena itu barangsiapa hendak mencarinya maka hendaklah ia mencari pada tujuh malam terakhir.”

Dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah saw bersabda,”Carilah ia di sepuluh malam terakhir. Jika salah seorang kalian lemah atau tdak mampu maka janganlah ia dikalahkan di tujuh malam terakhir.” (HR. Muslim, Ahmad dan Ath Thayalisi)

Malam-malam ganjil yang dimaksud dalam hadits diatas adalah malam ke- 21, 23, 25, 27 dan 29. Bila masuknya Ramadhan berbeda-beda dari berbagai negara—sebagaimana sering kita saksikan—maka malam-malam ganjil di beberapa negara menjadi melam-malam genap di sebagian negara lainnya sehingga untuk lebih berhati-hati maka carilah Lailatul Qodr di setiap malam pada sepuluh malam terakhir. Begitu pula dengan daerah-daerah yang hanya berbeda jamnya saja maka ia pun tidak akan terlewatkan dari lailatul qodr karena lailatul qodr ini bersifat umum mengenai semua negeri dan terjadi sepanjang malam hingga terbit fajar di setiap negeri-negeri itu.

Karena tidak ada yang mengetahui kapan jatuhnya lailatul qodr itu kecuali Allah swt maka cara yang terbaik untuk menggapainya adalah beritikaf di sepuluh malam terakhir sebagaimana pernah dilakukan oleh Rasulullah saw dan para sahabatnya.

Ciri-ciri Orang Yang Mendapatkan Lailatul Qodr

Didalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori dai Abu Hurairoh bahwa Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa melakukan qiyam lailatul qodr dengan penuh keimanan dan pengharapan (maka) dosa-dosanya yang telah lalu diampuni.”

Juga doa yang diajarkan Rasulullah saw saat menjumpai lailatul qodr adalah ”Wahai Allah sesungguhnya Engkau adalah Maha Pemberi Maaf, Engkau mencintai pemaafan karena itu berikanlah maaf kepadaku.” (HR. Ibnu Majah)

Dari kedua hadits tersebut menunjukkan bahwa dianjurkan bagi setiap yang menginginkan lailatul qodr agar menghidupkan malam itu dengan berbagai ibadah, seperti : shalat malam, tilawah Al Qur’an, dzikir, doa dan amal-amal shaleh lainnya. Dan orang yang menghidupkan malam itu dengan amal-amal ibadah akan merasakan ketenangan hati, kelapangan dada dan kelezatan dalam ibadahnya itu karena semua itu dilakukan dengan penuh keimanan dan mengharapkan ridho Allah swt.